Jakarta – Wihaji mengajak para orang tua untuk lebih aktif hadir dalam kehidupan digital anak sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas.
Menurut dia, peran keluarga menjadi kunci dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat dan aman bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Peran Orang Tua di Era Digital
Wihaji menekankan bahwa pengawasan orang tua tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Anak-anak dinilai perlu mendapatkan pendampingan saat menggunakan gawai dan mengakses internet.
“Kehadiran orang tua sangat penting agar anak tidak terpapar konten negatif,” ujarnya.
Dukung Implementasi PP Tunas
PP Tunas bertujuan memberikan perlindungan bagi anak dalam pemanfaatan teknologi digital. Kebijakan ini mencakup pengaturan penggunaan gawai, akses konten, serta edukasi literasi digital.
Dukungan dari orang tua dinilai menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif di tingkat keluarga.
Edukasi Literasi Digital
Selain pengawasan, orang tua juga didorong untuk memberikan edukasi literasi digital kepada anak. Hal ini mencakup pemahaman tentang penggunaan internet yang bijak, keamanan data pribadi, serta etika bermedia sosial.
Dengan edukasi yang tepat, anak diharapkan mampu menggunakan teknologi secara positif.
Kolaborasi Keluarga dan Pemerintah
Wihaji menilai perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga.
Kebijakan yang baik perlu diiringi dengan peran aktif orang tua agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata.
Harapan Lingkungan Digital yang Aman
Melalui keterlibatan orang tua, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan digital yang aman dan sehat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang cerdas secara digital serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
