Bina Marga Tambal Jalan Berlubang di Jalan Layang Pesing Jakbar

Jakarta Barat (initogel) — Di tengah riuh kendaraan yang melintas tanpa henti, sebuah lubang di badan jalan bisa menjadi ancaman serius. Tak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat yang harus mengerem mendadak, membanting setir, atau bertaruh dengan risiko kecelakaan. Kondisi inilah yang sempat dirasakan pengguna Jalan Layang Pesing, salah satu jalur vital penghubung mobilitas warga Jakarta Barat.

Menanggapi keluhan masyarakat dan demi menjaga keselamatan publik, Dinas Bina Marga DKI Jakarta bergerak cepat melakukan penambalan jalan berlubang di ruas tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari respons rutin pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur jalan tetap laik dan aman dilalui.

Jalan Sibuk, Risiko Nyata

Jalan Layang Pesing dikenal sebagai jalur padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Ribuan kendaraan melintas setiap hari, membawa pekerja, pelajar, dan distribusi logistik. Ketika lubang muncul di badan jalan—akibat usia aspal, cuaca ekstrem, atau beban kendaraan berat—risikonya meningkat berlipat.

Seorang pengendara motor yang rutin melintas mengaku sempat waswas. “Kalau malam, lubangnya tidak terlalu kelihatan. Bahaya sekali, apalagi pas hujan,” ujarnya. Kekhawatiran serupa juga dirasakan pengemudi mobil yang takut ban rusak atau kendaraan kehilangan kendali.

Respons Cepat Demi Keselamatan

Petugas Bina Marga turun ke lokasi dengan peralatan lengkap. Proses penambalan dilakukan dengan metode tambal cepat menggunakan material aspal agar jalan bisa segera kembali difungsikan. Demi meminimalkan gangguan lalu lintas, pekerjaan dilakukan secara bertahap dan diatur agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Bagi petugas lapangan, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas teknis. “Yang kami kejar adalah keselamatan pengguna jalan,” kata salah satu pekerja. Setiap lapisan aspal yang diratakan adalah upaya mencegah kecelakaan yang bisa merenggut nyawa atau menyebabkan luka serius.

Di Balik Aspal, Ada Tanggung Jawab

Perbaikan jalan berlubang mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya besar. Jalan yang rata memberi rasa aman, mengurangi stres pengendara, dan memperlancar arus lalu lintas. Dalam konteks kota besar seperti Jakarta, infrastruktur yang terawat juga berpengaruh langsung pada produktivitas dan kualitas hidup warga.

Dinas Bina Marga menegaskan bahwa pemantauan kondisi jalan dilakukan secara berkala. Laporan warga menjadi salah satu rujukan penting untuk menentukan prioritas perbaikan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai krusial agar potensi bahaya bisa ditangani lebih cepat.

Human Interest di Jalan Raya

Di balik aktivitas penambalan, ada kisah manusia yang saling terhubung. Petugas yang bekerja di tengah panas dan bising kendaraan, pengendara yang menunggu dengan sabar, hingga warga sekitar yang berharap jalur tersebut kembali aman. Semua dipertemukan oleh kebutuhan yang sama: jalan yang layak dan selamat.

Seorang warga Pesing mengatakan, “Kami tidak minta muluk-muluk. Yang penting jalannya aman, tidak membahayakan.”

Menjaga Keamanan Publik

Perbaikan di Jalan Layang Pesing menjadi pengingat bahwa keamanan publik dimulai dari hal-hal mendasar. Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal perlindungan hukum dan tanggung jawab negara terhadap warganya.

Dengan ditambalnya lubang-lubang di ruas tersebut, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik tetap terjaga. Di tengah dinamika kota yang tak pernah tidur, sepotong aspal yang dirapikan kembali menjadi wujud kehadiran negara—diam, namun bermakna—menjaga setiap perjalanan tetap selamat hingga tujuan.

admin

admin